Jumat, 26 April 2013

Analisis Novel Negeri Lima Menara

Nama : Devi Kusuma Nur Huda NIM : 1102375 Kelas : Dik 2A Tugas: Analisis Unsur Intrinsik Film Negeri 5 Menara 1. Tema: Pendidikan 2. Plot/alur: Maju, karena dalam film negeri lima menara ini, rangkaian peristiwa dapat terjalin berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian, tanpa ada kilas balik masa lalu tokoh. 3. Tokoh dan Penokohan: a. Alif: protagonis. Alif digambarkan sebagai sosok generasi muda yang sedikit keras kepala, pandai, berbakat, penurut, tidak kenal menyerah, setia kawan. b. Amak : protagonis. Amak digambarkan sebagai orang yang suka memaksakan kehendak, religius, peduli terhadap generasi yang akan datang dengan bernafaskan islami. c. Ayah: protagonis. Ayah digambarkan sebagai orang yang penyabar, perhatian, penyayang, religius, ramah. d. Raja: protagonis. Raja digambarkan sebagai anak yang baik, pasrah, berani, mudah marah, setia kawan. e. Dulmajid: protagonis. Dulmajid digambarkan sebagai anak yang baik, setia kawan. f. Ustad Salman: protagonis. Ustad Salman digambarkan sebagai guru yang baik hati, murah senyum, suka menolong kepada murid-muridnya, perhatian. g. Baso: protagonis. Baso digambarkan sebagai anak yang rajin, tidak kenal menyerah, berprestasi, religius, berbakti kepada orang tua, setia kawan. h. Said: protagonis. Said digambarkan sebagai anak yang paling dewasa, bijaksana, setia kawan. i. Atang: protagonis. Atang digambarkan sebagai anak yang ramah, perhatian, setia kawan. j. Kiai Amin Rais : protagonis. Kiai Rais digambarkan sebagai orang yang murah hati, perhatian, bijaksana, hemat. k. Kak Iskandar Matrufi : protagonis. Kak Iskandar Matrufi digambarkan sebagai orang yang baik hati. l. Rajab Sujai / Tyson : protagonis. Rajab Sujai digambarkan sebagai orang yang tegas, menyebalkan, jutek. m. Ustadz Torik : protagonis. Ustadz Torik digambarkan sebagai orang yang baik hati, padai bermain badminton, mudah dirayu. n. Raymond Jeffry / Randai : protagonis. Randai digambarkan sebagai orang yang perhatian, periang, pintar, sedikit sombong. o. Sarah: protagonis. Sarah digambarkan sebagai orang yang murah senyum, baik hati, ramah. 4. Latar: a. Latar tempat: di rumah, di kamar, Danau Maninjau, di bus, Pondok Madani, di kelas, di gedung, di masjid, di asrama, di bawah menara masjid, di aula, di panggung, Bandung, dan di London, Inggris. b. Latar waktu: pagi hari, siang hari, malam hari, sore hari, shubuh. c. Latar sosial: keluarga yang religius, masyarakat minang, anggota pondok madani yang religius. 5. Amanat: Jangan mudah putus asa dan bulatkanlah tekad. Karena apabila sesuatu dikerjakan secara sungguh-sungguh, maka akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. 6. Kelebihan: film ini mengajarkan kepada penonton agar menutut ilmu agama disamping ilmu umum karena sesuatu yang berlandaskan agama, maka akan menghasilkan kemaslahatan yang tidak dapat diduga oleh manusia. 7. Kelemahan: film ini tidak disusun berdasarkan kronologis kejadian yang sedetail-detailnya, karena setelah melakukan pementasan kesenian di Pondok Madani dan pada saat itu sahibul menara masih berusia sangat belia, film ini langsung melonjak beberapa tahun ke depan saat usia sahibul menara sudah dewasa dan sukses, sehingga penonton tidak mengetahui apa saja yang terjadi setelah pementasan kesenian di Pondok Madani itu. 8. Pelajaran yang dapat dipetik: melakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh jangan setengah-setengah karena apabila segala aktivitas kita lakukan dengan sungguh-sungguh maka kita akan berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar